Membaca

April 23, 2010 at 7:20 am (Uncategorized)

Tanggal 1 April mungkin bisa dirayakan sebagai April Fools Day tapi tanggal di tanggal 23 April bisa menjadi paradoks, benar saja pada tanggal itu seluruh dunia merayakan yang namanya Hari Membaca Sedunia, dimana setiap orang diharapakan menyempatkan membaca pada hari itu dan tentu saja bisa dilanjutkan untuk hari-hari berikutnya.

Buku adalah gudangnya ilmu, apapun jenis buku itu dari novel, cerita bergambar, ekonomi, hukum hingga agama semuanya tertuang di dalamnya. Untuk membuka gudang ilmu itu tentu saja kita perlu sebuah kunci yang tepat, nah untuk urusan Gudang Ilmu tentu saja kunci yang tepat adalah Kunci Membaca. Dengan membaca setiap orang akan menambah pengetahuan yang dimilikinya, pengetahuan yang luas tentunya dapat membantu seseorang menghadapi segala hal di dalam kehidupan. Sayang sekali di beberapa tempat di dunia masih menunjukkan rendahnya minat membaca tentu saja dengan berbagai macam alasan seperti mahalnya harga satu buku hingga susahnya akses untuk mendapatkan sebuah buku.

Gambar ini saya temukan di salah satu blog (www.kepergokmembaca.wordpress.com) Cerita sang pemilik foto anak ini adalah anak seorang penambal ban, di sela-sela membantu ayahnya menambal ban dia sempatkan untuk membaca. Masih menurut si pemilik foto, dia sudah lama memperhatikan anak ini setiap hari anak ini membaca entah itu buku matematika atau IPS. Bisa kita bayangkan seorang anak yang orang tuanya memiliki keterbatasan masih giat untuk menggali ilmu, lalu bagaimana dengan kita???

Permalink 1 Komentar

Makassar Kota Daeng

April 15, 2010 at 8:56 am (Uncategorized)

Banyak yang bilang makassar itu singkatan dari Manusia Kasar, mungkin itu tidak berlebihan melihat seringnya tayangan informasi di televisi menyiarkan kelakuan mahasiswa yang sepertinya tiada hari tanpa berdemonstrasi dengan anarkis. Namun saya lebih cenderung menganggapnya sebagai sikap spontan yang memang menjadi ciri khas masyarakat Kota Anging mamiri ini, bukannya ingin membela karena saya sendiripun menyesalkan tingkah laku mahasiswa dari kota asalku ini namun sekali lagi tidak semua orang makassar itu langsung main pukul atau saling hantam kalau mendapat masalah.

Di Makassar memang terdapat istilah siri’ yang kurang lebih artinya adalah malu, malu kalau martabatnya direndahkan, malu karena keluarganya dihina, malu kalau sukunya direndahkan. Siri’ sendiri menurutku adalah suatu budaya yang teramat perlu di lestarikan selain merupakan warisan leluhur siri’ juga dapat mencegah seseorang untuk berbuat yang dapat menjelekkan atau merendahkan diri maupun bangsanya, namun akhir-akhir ini saya melihat budaya ini cenderung disalahartikan oleh beberapa oknum masyarakat Makassar sendiri dengan memakainya sebagai alasan untuk berbuat anarkis.

Budaya siri’ sebenarnya dapat dijadikan sebagai sarana untuk memajukan Kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan bagaimana tidak bayangkan kalau saja setiap masyarakat kota Makassar punya rasa malu (siri’) yang besar, malu jika dia tidak bisa sukses, malu jika dia berbuat korupsi, malu jika mencuri, malu kalau berbuat curang saya yakin Masyarakat di kota ini bisa menyamakan langkah dengan kota-kota besar lain di Indonesia bahkan bisa mensejajarkan diri dengan kota-kota besar di negara maju.

Saat ini memang pembangunan di kota ujung selatan Pulau Sulawesi ini sedang gencar-gencarnya. Banyak fasilitas-fasilitas perkantoran, transportasi dan hiburan yang dibangun sebut saja Trans Studio, Karebosi link, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Menara Bosowa dan Kalla Tower.

1. Kalla Tower

2.Karebosi Link

3.Bosowa Tower

Permalink 1 Komentar

Bangkit dari Mati Suri

April 15, 2010 at 6:27 am (events, Uncategorized)

Agustus 2009, tanggal terakhir blog ini menerbitkan tulisan entah kenapa para admin uniq makin males nyumbang tulisan (termasuk saya), emang sih nulis bukan aktivitas yang mudah malah cenderung susah gak sembarang orang bias nulis terkadang idea tau tema tulisannya kita udah dapat tapi ketika ingin mengetikkannya menjadi sebuah narasi tiba-tiba saja jadi nge-heng. Pokoknya menulis itu susah ada aja kendalanya jadi wajar aja kalo uniq tidak selalu bias ter-update jadi buat pembaca-pembaca uniq(kalo ada) saya selaku salah satu adminnya mohon maaf kalau setiap kali anda membuka blog ini tidak ada penambahan artikel dan kepada admin yang lain semoga bisa mnyumbangkan lagi tulisannya.

Untuk memulai aktivitas menulis (lagi) di blog ini, admin mau nyeritain tentang acara TV favorite terbaru kesukaan admin judul acaranya So Do You Think You Can Dance (SDYTYCD) panjang banget judulnya, sebuah acara talent show yang di putar di AXN. Sesuai dengan nama acaranya maka pesertanya adalh para penari amatir yang ingin keahliannya dalam menari diakui. Saat ini udah masuk ke season 6 pesertanyapun tersisa 10 orang yang awalnya ada 20. Seperti halnya talent show-talent show yang lain system eliminasi dan sms voting juga di pakai, namun di tiga episode awalnya peserta yang di eliminasi merupakan pilihan ‘judge’.

Dua puluh peserta SDYTYCD terdiri dari 10 orang cowok dan 10 orang cewek dengan latar belakang yang berbeda ada yang penari Ballroom, Kontemporer, Broadway bahkan ada juga penari B-Boy dan Krump ikut serta. Setiap peserta cowok akan di pasangkan dengan satu peserta cewek, selama empat episode mereka akan terus berpasangan dan menarikan salah satu jenis tari yang dipilih oleh panitia, setiap mingggunya pasangan yang vote-nya paling rendah akan dieliminasi. Dan mulai pada episode ke lima mereka akan bertukar pasangan dan diberikan waktu untuk menari solo sesuai dengan latar belakang tarian mereka. Berikut foto peserta yang masih tersisa.

For Male

Name: Russell Ferguson
Style: Krump

Name: Jakob karr
Style: Kontemporer

Name: Ryan DiLello
Style: Latin Ballrroom

Name: Jonathan’Legacy’ Perez
Style: Breakdance

For Female

Name: Kathryn McCormick
Style: Kontemporer

Name: Ellenore Scott
Style: Jazz

Name: Ashleigh DiLello
Style: Latin Ballroom

Nama: Mollee Gray
Style: Jazz

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

New Armies!

Agustus 28, 2009 at 12:40 am (Uncategorized)

Huahahahahaha!!!
Huihihihihihihihihi!!
Huehehehehehe!!!

Ada lagi kabar baru nich dari Rawasari Yang Adalah Tet..To..Det..To..Det
Rawasari kedatangan ‘pasukan’ baru sebanyak tiga orang, So mari kita kenalan lebih intim ala Rawasari, kita mulai dari siapa yaaa!!??Random aja yukz…

1. Namanya Adit panjangnya sich Aditio Wahyudi, orangnya berkacamata, tinggi layaknya orang pribumi Nusantara lainnya begitu juga kulitnya sama ma yang lain. Sebenarnya dia gak baru-baru amat tinggal or ngekost di Rawasari namun baru kali ini admin punya kesempatan nulis lagi. Adit-katanya itu panggilan akrabnya- bekerja sebagai PNS di lingkungan Departemen Keuangan tepatnya di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara(DJKN), seperti yang anda ketahui yang namanya anak-anak depkeu terspesialis DJKN tuh tajir-tajir nah hal ini pun berlaku bagi Adit jadi bagi akhwat-akhwat yang tertarik segeralah berkunjung ke Rawasari cost, asal tahu aja yaa Adit itu anaknya Alim seorang muslim yang taat -ciee..ciee..,- Bagi Adit saya harap mengirimkan sejumlah uang ke Rekening saya sebagai biaya atas iklan ini(Just a Joke yaa Dit) tapinya nich ada entah itu kabar burung, kabar angin ato tembok yang ngomong saat ini si abang kita ini lagi terlibat ‘Cintaku Bukan Cinta Biasa’ -Ouuuu…ouuuu-. Namun sekali lagi untuk kebenaran kisahnya silahkan di cek langsung ke orangnya. Kayaknya bosen juga dech ngomongin si Adit kita pindah ke army berikutnya yukz

2. Taraaaa…nah ini dia army kita selanjutnya Nama lengkapnya Fery Fadli panggilan honey-nya sich mas Fer a.k.a bang Fer a.k.a Fey -Fiuhhhh banyak banget namanya kayak teroris aja nama segudang-gudang-. Fery ciri-cirinya sedikit sama dengan saudara Adit namun kulitnya agak gelap dikit -banyak juga gak papa kan Fer??-. Status saat ini ‘tanya langsung aja ke orangnya’, abang ini juga gak baru-baru amat di Rawasari malah dia lebih dulua masuk dibanding saudara Adit. Awalnya nich Njt (salah satu admin) bawa temen yang katanya baru lulus dari STAN dan ternyata satu SMA ma Njt, Alhasil tinggallah temen si Njt ini di kamar Njt yang kebetulan ranjangnya bisa jadi dua tingkat, setelah beberapa lama barulah kami tahu bahwa dialah tersangka yang selama ini dicari Densus 88 orang ketiga setelah dr Azhari dan Noordin M Top tapi sebenarnya tidak banyak yang dapat ku ungkap tentang personal Fery Fadli ini karena perihal disebabkan yang adalah dimana dirinya saat ini yaitu, gitu aja ach jujur gw speechless -hala..hala..hala-, udah yaa mas Fer kalo kurang lengkap diisi aja sendiri minta username dan passwordnya ma anak-anak rawasari yang lain.

3. The last but not least -benar gak yaa nulisnya??!!- yaitu Saudara Seprina Hasan Effendi biasa dipanggil Hasan, saat ini dia menempati kamar bekas si Adit bekas si Njt bekas si xxx bekas si xxx dan seterusnya kira-kira seperti itu sanadnya -cieeeileee sanad, hadits kaleee-. Hasan adalah seorang anak manusia yang merantau ke Jakarta demi sesuap nasi -apanya sesuap nasi, segunung-gunung juga bisa secara anak DJA gethooo-, pertama kali bertemu waktu kunjungan pertamaku di kosan Rawasari setelah penempatan bulan April lalu, jujur saya bingung dan membathin ‘ini orang siapa yaa? Kok kayak akrab gitu ma anak-anak Rawasari….’, terus kata salah satu teman dia itu temen ‘duet maut’ si wargamoderat di kantor, mulai dari situlah awal pertemanan kami. Ada rahasia besar tentang abang kita yang satu ini, dia itu ngebet banget mau join jadi penghuni kostan Rawasari alasannya sampe sekarang saya belum dapet -Mas Hasan tuh kostan isinya anak-anak gak jelas dan aneh-aneh ngapain mau gabung ma mereka!!!,.pisss yooo rawasari’s armies-

Oke sekian dulu yaa ulasan untuk mereka bertiga nanti kalau kepanjangan mereka pada besar kepala lagi kayak merica bubuk, yang mau kenal lebih jauh datang aja langsung ke kostan Rawasari anda akan bisa langsung bertemu dengan terdakwa-terdakwa di atas….

Foto-fotonya nyusul belakangan yaaaa…soale pas up load nie tulisan koneksinya lagi lemot pisan…..

Permalink 6 Komentar

Tepak-tepak Bulu Angsa

Agustus 19, 2009 at 9:07 am (Uncategorized)

Pak Ketipak Ketipuk…
Pak Ketipak Ketipuk…
Pak Ketipak Ketipuk…

Pada kesempatan berkunjung ke Jakarta pada long weekend kemarin, saya menemukan banyak hal baru di kosan yang dulunya menjadi tempat tinggalku di Jakarta. Penghuni kosan sih tetap sama-sebenarnya ada penambahan dari army sebanyak tiga orang(orang apa bukan yaa??) namun penambahan aset penghuninya yang sungguh Ruarrrr Biasa, penambahan aset ini pun turut menambah rutinitas/kebiasaan para army di rawasari. Salah satu kebiasaan yang saat ini menjadi rutinitas rutin tiap weekend ato liburan dari rawasarian yaitu Badminton, tidak tanggung-tanggung untuk mendukung ‘adat-istiadat’ baru ini gocek pun di aduk sampai rata. Misalnya saja raket Carbonex dengan kualitas internasional, Kok bulu angsa pilihan, sepatu khusus buat Badminton yang harganya selangit, bahkan ada yang sampai berniat membeli hanya untuk mendukung style saat memukul kok tetapi tidak hanya itu lokasi pilihannya pun memang Ruaaarrr binasa, Galaxy sportcenter yang berlokasi tepat di sebelah Apartemen Aston Marina Ancol menjadi pilihan yang memang sesuai dengan kantong teman-teman kita ini.

Gak ada image yang pas jadi cuman ini duank!

Gak ada image yang pas jadi cuman ini duank!

Permainan sih gak bagus-bagus amat soalnya masih bisa tertandingi olehku yang bisa dibilang hampir gak pernah main Badminton sejak lulus SMP tapi memang style menjadi pertimbangan nomor wahid untuk skill nomor sekian mungkin. Dua jam sekali seminggu itu jadwal yang sudah ditetapkan namun mungkin untuk menghargai kedatanganku diadakanlah penambahan waktu bermain menjadi 4 jam minggu itu (terima kasih atas sambutannya yaaa!).

So, bagi teman-teman yang sering maen ke rawasari jangan heran kalau dalam seminggu ada saja hal baru yang mereka lakukan atau beli.
Tulisan ini saya buat karena request dari salah satu penduduk kostan rawasari, katanya dia ingin hal ini terekspos hingga menjadi berita bagi Cimahian lainnya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Sworders

Permalink 7 Komentar

De Cost-cost’an

Juli 1, 2009 at 12:44 am (ordinary)

Cimahi, Balai Diklat Keuangan VII, Jalan Gado Bangkong, Borma, Samudera, Permata, Kota Baru Parahyangan, Stasiun Gado Bangkong dan banyak ‘coziest place’ lainnya yang kalau disebut tentunya membuat anak-anak STAN Prodip 1 angkatan ’07 BDK VII Cimahi jadi sumringah (ato ada yang bete??), namun bukan disini saya membahas tempat-tempat diatas, kali ini bakal ngebahas mengenai Cost-cost’an yang pernah menjadi tempat tinggal bagi Cimahian (mulai dari tidur, main, makan, mandi, ibadah, nyanyi, ampe Ee’) selama menempuh pendidikan di BDK VII Cimahi. Memang sudah takdirnya (bukan nama salah satu teman kita loh) kalo yang namanya tempat kuliah pasti disekelilingnya ada tempat ngekos mahasiswanya, hal yang sama juga terjadi dengan BDK VII Cimahi di depan, belakang, kanan, kiri, dekat maupun jauh jaraknya terdapat kostan dengan varian harga yang berbeda dan fasilitas yang juga berbeda tentunya. Yak kita mulai dari kostan pertama

Virus, ini bukannya nama mahluk hidup penyebab penyakit loh ini adalah nama salah satu kostan yang menjadi pilihan Cimahian. Alkisah ada seorang tua renta yang tinggal bersama istrinya yang juga udah berumur, beliau memiliki sebuah rumah yang memiliki cukup banyak kamar. Ketika BDK VII Cimahi menerima mahasiswa timbullah ide beliau untuk menyewakan kamar rumahnya untuk dijadikan kostan dengan harga sewa Rp150.000,- per bulan. Passive income yang lumayan dari penyewaan kamar membuat beliau dan istrinya hidup bahagia ever after. Lantas hubungannya dengan nama Virus apa??Konon nama kostan Virus diambil dari plesetan nama beliau yaitu Pak Irus. Satu yang penting diketahui bahwa di Virus terdapat sebuah TV yang kata teman-teman Cimahian bisa digunakan jika di pompa dahulu atau di masukkan uang receh ke dalamnya itupun hanya menampilkan gambar hitam putih yang dipenuhi semut.

Kuntjoro kost a.k.a adalah salah satu kostan dengan daya muat yang besar didirikan oleh sepasang suami istri berdarah Jawa, Kuntjoro kost menjadi perusahaan berbasis properti yang menjanjikan passive income yang menggiurkan dibangun oleh salah satu pengembang terpercaya Agung Padamara Group, tidak kurang terdapat sepuluh kamar, enam kamar mandi dan fasilitas penunjang lainnya terdapat di dalamnya membuat para Cimahian menjadikannya pilihan utama. Selain usaha kostan pemilik juga menyediakan layanan catering serta warung serba ada untuk menunjang kehidupan para Cimahian. Kos Kuntjoro mungkin satu-satunya kosan Cimahian yang memilki dua musim yaitu musim Santai dan musim Ujian, akan sangat mudah melihat perubahannya kalau penghuninya sering bolak-balik keluar kamar berarti itu Musim Santai tapi kalau sepi dan tidak ada yang bolak-balik berarti itu Musim Ujian bahkan ada lelucon yang mengatakan bahwa Musim Ujian di Kuntjoro kos adalah saatnya jangkrik bernyanyi (bualan penulis aja kayaknya)

Baitul Ilmi atau lebih dikenal dengan Bait, kostan satu ini berbeda dengan kostan lainnya karena memiliki pekarangan yang luas yang ditanami banyak pohon buah oleh pemiliknya, pemandangan yang menenangkan juga dapat dinikmati di kosan ini. Kos Bait memiliki sarana yang lengkap dengan banyak kamar, dua musholla yang sejuk sangat nyaman untuk beribadah, serta gazebo untuk sekedar duduk-duduk. Ada cerita menarik dari kosan ini yaitu kemunculan beberapa binatang yang beberapa diantaranya berbisa seperti ular dan kalajengking namun sepertinya tidak sampai jatuh korban.

A-com atau Aep Community, sebenarnya kosan satu ini tidak mempunyai nama seperti kosan lainnya, nama kosan ini seketika meluncur dari mulut salah seorang penghuninya ketika ditanya dimana dan nama kosannya. A-com adalah kosan baru sehingga tidak punya history dari penghuni sebelumnya seperti kosan lainnya, berbentuk rumah kecil dengan dua kamar tidur, satu ruangan santai dan satu kamar mandi oleh karena itu daya tampungnya pun sedikit namun ada hal yang ditawarkan oleh kosan satu ini yaitu slogannya Your Privacy Here. Sesuai dengan slogannya A-com menawarkan privasi yang aman untuk penghuninya, kosan ini juga memiliki cerita yang unik yaitu kisah si Sofa Tidur, kenapa kunamai seperti itu ini disebabkan karena kemampuan sofa tersebut untuk membuat siapa saja yang duduk atau sekedar berbaring di atasnya akan tergoda untuk tidur dan terlelap, tercatat beberapa korban sudah jatuh ke dalam rayuannya, namun entah teledor atau doyan para korban tidak kapoknya untuk mengulangi ‘kesalahan’ yang sama untuk duduk atau berbaring di Sofa Tidur.

JMC a.k.a Jurang Maut Club a.k.a Jurang Mangu Club atau apalah lagi adalah kosan yang terdiri dari dua bangunan dimana kosan pria berada di bawah jurang sedangkan wanitanya di bagian atas. Untuk ke kosan JMC terdapat dua jalur berbeda yang dapat dilalui, pertama melalui jalan/gang selebar 2 meter di samping masjid tinggal lurus saja sampai menemukan persimpangan jalan kecil yang diapit deretan rumah dan kedua melalui jalur perumahan permata kemudian masuk ke pekuburan kecil namun anda harus berhati-hati karena jalur ini cukup sempit dan jalannya licin.

Warjo yang katanya singkatan dari Warung Pojok entah itu benar atau tidak tetapi merupakan misteri yang belum terpecahkan sampai saat ini. Seperti halnya A-com kosan Warjo bukanlah kosan dengan daya tampung yang banyak. Kosan Warjo memiliki fasilitas catering/warung makan di depannya serta ada pratik dokter di dalam rumah. Ada kebiasaan yang sebenarnya tidak patut dicontoh namun kebiasaan ini sering dilakukan para penghuni Warjo jika pulang agak telat di malam hari yaitu kebiasaan memanjat pagar yang memang cukup pendek.

Pusdikter adalah singkatan dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Militer dan bukan merupakan sebuah kos-kosan namun karena letak pusdikter ini dekat dari sebuah kosan yang anonim maka penghuni kosan pertama menamai kosan itu pusdikter (Wallahu ‘alam Bishowab). Pusdikter adalah kosan terjauh yang dihuni oleh Cimahian atau STAN BDK VII Cimahi angkatan ’07. Letak yang jauh dan jumlah mahasiswa/i angkatan ’07 yang terbilang sedikit membuat kosan pusdikter hanya memilki satu penghuni dan itupun juga pergi meninggalkan pusdikter.

Zamrud adalah kosan yang berada di dalam perumahan permata berdekatan dengan sebuah masjid. Kosan Zamrud adalah rumah yang cukup besar dengan banyak kamar di dalamnya, terdapat kolam yang telah kosan di pinggir rumah, ada dapur serta ruang santai yang lega. Zamrud sangat nyaman untuk dijadikan tempat tinggal.

Petir, kosan yang mengambil nama dari salah satu acara TV yang dulu cukup terkenal. Pada awalnya petir bukanlah kosan yang dihuni oleh Cimahian, petir dijadikan tempat menginap bagi para peserta diklat yang sedang menempuh pendidikan di BDK VII Cimahi. Namun setelah kepindahan salah satu Cimahian kesana, Petir menjadi akrab ditelinga Cimahian. Lokasi Petir bersebelahan dengan kosan Warjo dan terdapat sebuah pohon Klengkeng yang sudah tak berbuah lagi di depannya.

Mc’D bukan nama restoran siap saji yang bermaskot badut yang sering duduk di sebuah bangku taman namun adalah nama sebuah kosan khusus pria yang terbagi dua bangunan. Mc’D diambil bukan karena terinspirasi oleh restoran waralaba itu tapi sekedar cara ‘keren-kerenan’ penghuninya jika ditanya nama kosan mereka, menurut mereka Mc’D adalah singkatan dari Mang Dayat nama pemilik kostan tersebut. Ada kisah suram di balik kosan satu ini dan kalau-kalau ada pengerebekan oleh polisi pastinya menjadi TKP yang menumpuk segudang barang bukti, kostan Mc’D sering dijadikan tempat/lokasi per’judi’an oleh pemiliknya, pengunjungnyapun datang dari beberapa kosan di sekitarnya, mereka datang bukan hanya untuk mengadu keterampilan tapi juga untuk mencari ‘rezeki’. Menurut laporan kepolisian setempat setidaknya ada 7-8 orang yang biasa datang untuk per’judi’an tersebut. Namun dibalik kesuraman kisahnya kosan Mc’D menjadi tempat untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga yang menjanjikan, Mc’D juga mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki kosan lainnya yaitu Kamar mandinya yang menyatu dengan alam dengan hanya beratapkan langit bisa dibayangkan sensasi luar biasa yang dirasakan penghuninya jika beraktivitas di kamar mandi Mc’D, jika anda tertarik dan ingin merasakan sensasi yang sama silahkan mengubungi kami (salah satu admin blog ini adalah ex-penghuni Mc’D).

P.S:Dikarenakan hambatan teknis maka selanjutnya artikel ini akan mengalami moderenisasi berkala, atas pengertiannya kami ucapkan terima kasih.

Sworders

Permalink 7 Komentar

Modern World Vs Orang Kampung

Juni 10, 2009 at 8:27 am (Uncategorized)

kehidupan-modern

Apakah itu kehidupan kita saat ini?

Mending mana menjadi orang yang sibuk sampai butuh seribu tangan untuk bekerja dan menyelesaikan semua hal atau seperti petani di sawah, peternak di kandang atau nelayan di laut??

Tanyakan kepada diri anda sekali lagi apa yang anda benar-benar inginkan, temukan jalan hidup anda sesungguhnya.

manusia-global-orang-kampung3sbelen

manusia-global-orang-kampung1sbelen

Sudahkah anda membuat pilihan?

Permalink 5 Komentar

Life’s Gone (Cimahi’s Part) III

Juni 9, 2009 at 9:20 am (Outlookers)

Previously On Cimahi’s Part

Satu jam berlalu semenjak persinggahan di rest area, rumah-rumah penduduk mulai terlihat padat berdesak-desakan satu dan lainnya, tidak terasa ternyata mobil mereka telah memasuki kota dan mulai menurunkan penumpangnya.Ibu Tate yang memegang secarik kertas memberitahu alamat yang mereka tuju kepada sang sopir. Beberapa lama berputar-putar akhirnya tiba juga giliran Tate dan ibunya untuk diantar. Mereka diturunkan tepat di depan rumah dengan warna krem yang disekeliling masih banyak terdapat sisa-sisa bahan bangunan di depannya telah menunggu seorang pria dengan umur dibawah 30 tahun yang ternyata penjaga rumah itu. Menurut Ibu Tate rumah itu adalh rumah dari atasan sang ibu di kantor yang baru saja selesai dibangun tapi belum dihuni.

Pemuda penjaga rumah tersebut ternyata sekampung dengan Tate, dia telah berada di rumah itu selama satu tahun lebih awalnya hanya untuk membantu sang pemilik rumah namun menjadi keterusan dengan alasan kota B ini membuatnya nyaman. Tate dan ibunya memutuskan untuk ke Kota C pada sore hari karena siang ini mereka butuh istirahat sekedar untuk merentangkan badan. Rumah itu tidak terlalu besar namun terasa lega mungkin karena tidak ada perabotan yang biasa mengisi sebuah rumah hanya terdapat sebuah TV ukuran 21 inch diatas sebuah meja kayu, kamarnya pun hanya berisi kasur spring bed yang masih tertutup plastik, hanya dapurlah bagian dari rumah itu yang cukup banyak menampung peralatan-peralatan masak khas dapur. Setelah merasa beristirahat cukup Tate dan ibunya berangkat ke kota C berbekal petunjuk dari pemuda penjaga rumah dan tetangga yang baik hati.

Seperti layaknya perantau di daerah baru yang didatanginya, mereka berdua mencoba merekam segala hal yang dilalui oleh angkot yang mereka tumpangi agar ketika kembali mereka dapat merasa tidak seperti orang yang tersesat. Jarak antara Kota B ke Kota C tidak bisa dikatakan jauh namun jika menggunakan angkutan kota dan anda adalah seorang perantau jarak yang dekat bisa terasa jauh, untuk bisa sampai ke Kota C Tate dan ibunya harus menyambung angkutan sampai tiga kali yang seharusnya cuman dua kali. Berdasarkan petunjuk Tate dan ibunya harus turun di sebuah terminal yang bernama Terminal LP untuk mengambil angkutan yang bisa langsung ke Kota C, angkutan yang dimaksud adalah angkutan dengan warna hijau tua dengan garis strip berwarna merah hijau di tengah badannya dengan rute Terminal LP – Kota C.

Ibu Tate mungkin satu dari sekian ibu yang sangat waspada, bayangkan saja beliau sampai bertanya ke banyak orang untuk tahu arah dan angkutan apa yang paling tepat untuk sampai ke satu tujuan saja dan itulah yang beliau lakukan ketika hendak mencari angkutan ke Kota C dari tukang jual gorengan, tukang becak, penumpang angkot hingga penjaga terminal tidak luput dari pertanyaan beliau.

Angkutan-angkutan di Kota B tidak jauh berbeda dengan angkutan di kota asal Tate, semuanya sama misalnya jenis mobil yang digunakan untuk dijadikan angkutan, model posisi kursi yang saling berhadapan, kursi televisi yang berada di depan pintu dan umur mobil yang kebanyakan telah uzur, namun ada dua hal yang menarik perhatian Tatedan itu menjadi pembeda yang cukup tegas karena di kota asal Tate itu sangat jarang ditemukan. Pertama adalah kursi penumpang di dekat sopir ternyata hal yang ‘legal’ jika diduduki oleh dua orang dan kedua adalah memutar radio ataupun tape di dalam angkutan bukan hal yang lazim dilakukan oleh sopir-sopir angkutan di Kota B.

Pasar A itulah nama daerah tempat Tate dan Ibunya diturunkan, merasa ganjal nama tempat yang mereka tuju berbeda dengan nama daerah dimana mereka sedang berdiri membuat keduanya ‘ngamuk’ hingga mengagetkan penumpang dan sopir angkutan tadi, merasa bersalah sang sopir menjelaskan keadaan yang sedang terjadi walaupun menurut Tate itu tidak membuat yang terjadi lebih baik karena setelahnya sang sopir meminta biaya angkot. Dengan perasaan jengkel Tate dan ibunya mencari angkutan yang ditunjuk oleh sopir tadi yang katanya dapat mengantar mereka ke alamat yang dituju yang ternyata salah ditulis dan diucapkan oleh Tate dan ibunya.

Gedung itu terlihat masih baru dengan halaman yang cukup luas di depannya terdapat papan nama yang terbuat dari lempengan besi bertuliskan nama gedung itu, sebuah pos satpam di depan jalan masuk, pagar besi yang terkunci oleh rantai yang sudah mulai berkarat dan sebuah tiang bendera setinggi lima meter berdiri tegak di tengah halaman yang rapi dan terawat. Seorang bapak terlihat mendatangi mereka, bapak tersebut memiliki wajah yang jauh lebih tua dari umurnya pikir Tate. Bapak itu adalah pemilik salah satu rumah kost di sekitar gedung, mereka berdua kemudian di ajak oleh si bapak melihat rumah kost yang berada di sebuah gang, gangnya hanya selebar satu meter dengan deretan rumah yang ukurannya SS di sisi satu dan jurang pendek di sisi lainnya dimana terdapat jalur rel kereta api di bawahnya. Rumah itu mungkin bertipe 36 dengan pagar berwarna biru setinggi perut orang dewasa dan ada teras kecil dengan satu buah pohon delima di depan. Terdapat satu set kursi tamu yang sudah cukup tua ketika mereka masuk ke dalam rumah dan ada lemari pajang juga. Dua buah kamar tidur ukuran 3 x 3 meter di dalamnya terdapat ranjang ukuran double bed masing-masing, salah satu kamar memiliki lemari baju dua pintu sedang yang lain cuma lemari kecil plastik ada juga kamar mandi berukuran 1 X 4 meter di bagian belakang rumah di dalamnya terdapat peralatan masak yang digantung serampangan.

Sworders

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

what i’ve been looking for

Juni 8, 2009 at 9:54 am (Uncategorized)

HSMIt’s hard to believe
That I couldn’t see
You were always there beside me

Thought I was alone
With no one to hold
But you were always right beside me

This feelings like no other

I want you to know

I’ve never had someone that knows me like you do
the way you do

I’ve never had someone as good for me as you
no one like you
so lonely before I finally found

what i’ve been looking for

Permalink 2 Komentar

Buat Teman Yang Pengen Gemuk

Juni 8, 2009 at 1:53 am (Uncategorized)

kurus-gemukBerikut adalah petikan artikel dari blogdokter.net yang menyajikan ulasan khusus bagi teman-teman yang merasa berat badannya tidak ideal (terlalu kurus). Selamat membaca dan menjalankannya.

Memiliki tubuh yang terlampau kurus memang bisa membuat orang rendah diri. Mereka takut dikatakan berpenyakitan atau kurang gizi, padahal setiap hari mereka merasa telah mengkonsumsi makanan yang bergizi. Terlalu kurus juga membuat penampilan kurang bagus, tonjolan tulang tampak disana sini yang sangat tidak sedap untuk dipandang mata.

Bagi mereka yang ingin membuat tubuh lebih berisi, berikut beberapa tips cara aman untuk menggemukan badan :

1. Seimbangkan gizi makanan. Memilih makanan yang tepat merupakan hal yang sangat penting dalam upaya menggemukan badan sebab makanan merupakan sumber zat gizi, vitamin dan mineral yang masuk ke dalam tubuh. Untuk menambah berat badan, seseorang harus memperbanyak konsumsi kalori. Mereka harus mengkonsumsi kalori yang berlebihan guna menyisakan kalori untuk disimpan dalam bentuk lemak saat kalori ini dibakar pada akitifitas normal.

Makanan yang bagus untuk dikonsumsi termasuk sayuran, buah buahan, kacang kacangan, tepung tepungan, daging, makanan laut, unggas, dan telur. Yang perlu diingat, tidak semua jenis makanan bagus untuk menambah berat badan sebab saat ini banyak makanan terutama makanan kalengan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang tidak baik untuk kesehatan.

2. Lakukan olah raga dengan teratur. Menambah berat badan tidak hanya berkutat pada masalah makanan tetapi juga bagaimana membentuk otot yang berisi dan sehat. Latihan penguatan otot dan pembakaran lemak secara rutin merupakan cara terbaik untuk menambah berat badan sebab aktifitas ini akan mengatur seberapa cepat/lambat anda membakar apa yang anda makan. Untuk dapat menambah berat badan secara sehat, lakukan olah raga secara teratur sehingga yang membesar adalah otot anda dan bukan sebaliknya otot makin mengecil sementara lemak yang makin menebal.

3. Jangan terlalu memaksa diri. Walaupun mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalori merupakan anjuran banyak ahli, tapi anda tidak boleh terlalu memaksa diri untuk memakannya. Orang yang ingin menambah berat badan dianjurkan untuk mengkonsumsi sedikitnya 300 sampai 500 kalori setiap hari. Jika anda termasuk orang yang tidak hobi makan, anda bisa memasukan makanan tinggi kalori pada menu harian anda. Intinya, anda sendiri yang mengatur diet sesuai dengan kehendak dan kesukaan anda. Hal ini terutama untuk membuat anda lebih disiplin dalam menjalankan diet.

4. Jika memungkinkan, lakukan latihan secara teratur setiap hari kurang dari sejam. Saat anda di kantor atau di rumah, lakukan gerakan kecil yang tidak terlalu membutuhkan waktu. Saat anda melakukan latihan ini, utamakan pada bagian bagian tertentu dari tubuh, misalnya penguatan otot lengan dengan barbel, penguatan otot otot perut dan lain sebagainya. Para ahli percaya bahwa dengan melakukan latihan yang pada area tertentu pada tubuh akan membuat anda lebih memperhatikan bagian tubuh tersebut. Dengan melakukan latihan ringan, anda tidak terlalu banyak membakar kalori yang telah anda konsumsi. Selain itu, latihan ringan ini juga membuat tubuh anda tidak terlalu lelah untuk beraktifitas.

Permalink 1 Komentar

Next page »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.